Tasikmalaya, Duta Priangan – Pj. Walikota Tasikmalaya, Cheka Virgowansyah, S.STP., M.E pada Jum’at (29/12/2023) melakukan pelantikan dan mengambil sumpah 11 (Sebelas) Kepala Sekolah Menengah Negeri (SMPN) di Lingkup Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya.

Hadir pada kegiatan yang digelar di Aula Balekota Tasikmalaya tersebut, Sekda Kota Tasikmalaya, Asisten Setda Kota Tasikmalaya, Kepala BKPSDM Kota Tasikmalaya, Kepala Diskominfo Kota Tasikmalaya, Plt Kadisdik Kota Tasikmalaya, Ketua TP-PKK Kota Tasikmalaya, dan hadirin tamu undangan lainnya.
Dalam laporannya, Kepala BKPSDM Kota Tasikmalaya, Gun Gun Pahlagunara, S.IP menyampaikan bahwa ada 5 (Lima) Guru yang diberi tugas tambahan selaku kepala sekolah hasil rekruitmen satu tahun silam yang pada hari ini dilantik dan diambil sumpahnya yaitu; Nunung Titin Karwatiny, S.Pd., M.Pd selaku Kepala SMPN 18, Ade Mohamad Supriyadi, S.Pd selaku Kepala SMPN 7, Asep Sutisna Putra, S.Pd., M.Pd Selaku Kepala SMPN 20, Imas Rosmiati, S.Pd Selaku Kepala SMPN 11, dan Uzaz Solihat, S.Pd., M.Pd Selaku Kepala SMPN 17.
Sedangkan 6 (Enam) kepala SMP definitif yang beralih tempat tugas (Mutasi) yakni; Abdul Palah, S.Ag., M.Pd.I kini sebagai Kepala SMPN 8, Dr. Aa Suryana, S.Pd. M.M kini sebagai Kepala SMPN 6, H. Iing Sutisna Permana, S.Pd kini sebagai Kepala SMPN 3, Tarlin, S.Pd., M.Si kini sebagai Kepala SMPN 14, H. Aan Harlan Ansori, S.Ag., M.Pd kini sebagai Kepala SMPN 9, dan Irfan Ismail, S.Pd kini sebagai Kepala SMPN 10.
Dalam petikan kata sambutan pelantikan kepala sekolah tersebut, dengan gambalang Cheka menyebut posisi kepala sekolah adalah sebagai penugasan kepada guru yang artinya suatu waktu bisa kembali lagi menjadi guru. Dan hal ini agar menjadikan kepala sekokah mawas diri.
Cheka juga mengingatkan agar kepala sekolah selain bertanggungjawab atas manajemen sekolah tidak melulu sibuk diruang kerjanya, namun harus mampu bersinergis dengan sumberdaya maupun sarana yang ada ikut menciptakan peserta didik yang memiliki ahlak mulia, karakter yang baik sehingga jauh dari adanya kejadian bullying, terlebih keterlibatan gank motor, itu tidak ingin terdengar ada anak-anak kita didalamnya.
“Kepada para kepala sekolah terutama yang mengisi formasi baru saya minta segera untuk menyesuaikan diri. Selain fungsi manajerial, utamakan juga perhatiannya terhadap perkembangan peserta didik, karena bapak, ibu pada dasarnya guru yang juga harus ikut memperhatikan situasi kondisi lingkungan belajar.” ujar Cheka. (AA)








