Tasikmalaya, Duta Priangan – Dialah Dr. H. Yonandi, S.SI.,MT (Kepala SMAN 1 Tasikmalaya-red) yang pada perhelatan Konferensi PGRI Kota Tasikmalaya akhir Mei ini bertekad maju untuk menjadi Kandidat F-1 melalui Konferensi PGRI Kota Tasikmalaya Periode 2025-2030.

Saat diwawancara secara eksklusif kepada Duta Priangan, Mr. Yo (Sapaan akarabnya-red) selain berbekal reward atas kepiawaian kepemimpinannya, juga torehan prestasi, penghargaan dan tanda jasa yang diperolehnya, Mr. Yo yang terlahir berdarah Guru kemudian diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Dengan pendekatan pentahelix ia optimis mampu mengembalikan kiprah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tasikmalaya kepada khitohnya sebagai wadah perjuangan kaum intelektual.
Menurut Mr. Yo dengan jumlah anggota yang besar sudah barang tentu bila hal ini dikelola dengan baik, profesional, kapabel, memiliki tim satu pemahaman dan tujuan maka ia optimis bila tampuk pimpinan jatuh ke tangannya New PGRI akan terwujud, asal itu tadi mari bersatu mengabdi untuk mewujudkan sebuah bukti.
lebih dijelaskan Mr. Yo, terkait jargonnya ‘Ngahiji’, Mr. Yo akan lebih membangkitkan kembali semangat solidaritas guru dalam menghadapi berbagai tantangan guru era kini. ‘Ngabakti’ diartikan Mr. Yo bukan mencari hidup dalam organisasi namun sebaliknya bagaimana cara kita lebih menghidupkan geliat organisasi sehingga ‘Ngabukti’ sebagai buah kerja nyata dalam berbagai hal yang dirasakan anggota.
Saat ditanya tantangan dan peluang apa yang nampak dihadapannya seputar PGRI Kota Taaikmalaya, Mr. Yo singkat menjawab adalah terkait mengembalikan kesadaran guru di Kota Tasikmalaya yang hampir mencapai 6000 orang ini untuk merasa memiliki, merasa butuh terhadap organisasi profesinya, dan peluang itu besar asal dengan komunikasi yang baik dan inten penuh kesabaran sehingga tak mustahil Guru di Kota Tasikmalaya ini bila dilihat ghirahnya masih relatif tinggi dan itu potensi luar biasa yang harus terus dipupuk.
Adapun yang menjadi pendorong ia untuk maju pada momentum pemilihan Ketua PGRI Kota Tasikmalaya Periode 2025-2030, selain ia sudah berkiprah selama 24 tahun sebagai ASN Guru kemudian diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah, juga pernah menjadi bagian kepengurusan PGRI di tingkat ranting juga cabang. Yang lebih menguatkan Mr. Yo maju, dulu ia pernah mendapat restu dari ketua kini dan rekan pengurus PGRI sendiri untuk mejadi kandidat. Ditambah lagi atas banyaknya permintaan kepadanya dari teman-teman SMA, SMK, bahkan para Kepala Sekolah dari jenjang SMP, bahkan SD untuk maju jadi Kandidat pada momentum konferensi PGRI Kota Tasikmalaya kali ini.
Berita Terkait: PC PGRI Cipedes Sukses Undang 5 Bakal Calon Kandidat Ketua PGRI Kota Tasikmalaya Periode 2025-2030
“Namun hal itu bagI saya tidak serta menyampaikan kesiapan karena saya harus membangun komunikasi dengan beberapa pihak yang saya sebut pentahelix. Dengan membangun kolaborasi bersama lima elemen diantaranya saya bangun komunikasi dengan Pemerintahan (Walikota, Sekda, Dinas Pendidikan) , Pihak Pengusaha, Akademisi, kemudian dengan berbagai Komunitas (LSM), pihak Media. Karena memang diantara kita saling membutuhkan.” ujar Mr. Yo. (AA)









“Kalimat ini singkat, kuat, dan penuh semangat kolektif. Pemilihan kata ‘Bersama’ menegaskan pentingnya kolaborasi, sementara ‘Ngahiji, Ngabakti, Ngabukti’ menghadirkan nilai-nilai lokal Sunda yang kental, memperkuat identitas dan semangat pengabdian. Frasa ‘New PGRI’ menunjukkan semangat pembaruan tanpa meninggalkan akar budaya.”