Ciamis, Duta Priangan – Bertempat di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Ciamis, Rabu (13/05/2026), MKKS SLB pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah 13 Kabupaten Ciamis usai digelar Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026. Kegiatan yang menjadi wahana pengembangan bakat dan prestasi siswa berkebutuhan khusus itu diikuti oleh seluruh SLB di Kabupaten Ciamis.

Sebagaimana disampaikan pihak panitia penyelenggara, bahwa memang pelaksanaan LKSN bertujuan untuk memberikan ruang kepada anak-anak berkebutuhan khusus agar dapat menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta keterampilan yang dimiliki. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa percaya diri, sportivitas, dan semangat berprestasi bagi para peserta.
“LKSN merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pendidikan inklusif dan pengembangan potensi peserta didik berkebutuhan khusus. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa SLB dapat terus termotivasi untuk mengembangkan bakat dan keterampilannya sehingga mampu bersaing dan berprestasi,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, berbagai cabang lomba dan pertandingan diikuti antusias siswa sebagai peserta diantaranya keterampilan teknologi informasi, tata boga, kriya kayu, merangkai bunga, tata busna, sovenir, tata kecantikan, masase, hingga membatik. Nampak para peserta tampil dengan kemampuan terbaik mereka.
Ketua MKKS SLB Kabupaten Ciamis, Meida Ardiani, M.Pd., MCE diawal kata sambutannya memberi motivasi bahwa seluruh peserta adalah anak-anak hebat yang memiliki potensi luar biasa.
“Menang atau kalah bukan tujuan utama. Yang terpenting adalah keberanian untuk tampil, belajar, dan terus berkembang dan juga sangat mengapresiasi semua unsur yang telah mendukung dalam pelaksanaan acara ini ,” katanya.
Para pemenang nantinya akan mewakili Kabupaten Ciamis pada ajang LKSN tingkat provinsi. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan perhatian terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus semakin meningkat serta mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, ramah, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. (Vijay Sukmawan R)







