“Reward Untuk H. Cecep Susilawan, Benahi Motor Penggerak Dinas Pendidikan, Agar Tahun Depan Dr. Rojab Berkenan Tanjap Gas, Wujudkan Tasik Pintar”
Tasikmalaya, Duta Priangan – Isu tarik ulur pelantikan pejabat guna mengisi kekosongan formasi jabatan yang memang sempat berlarut-larut hingga mencuat kalimat “kepo” dari beberapa kalangan terutama para ASN “bersangkutan” tentang kapan Walikota Viman hendak melantik para pejabatnya untuk memuluskan capaian visi/misi yang diembannya dan hal itu tentu butuh sentuhan tangan pejabat definitif.

Jum’at pagi (31/10/2025) di Halaman Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tasikmalaya Walikota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramdhan usai mengangkat 4 (Empat) sosok pejabat dalam Jabatan Tinggi Pratama berikut 188 pejabat eselon III dan IV, maka selain terjawab, gundah-gulana atau menanti hari dalam kegalauan ratusan ASN pun terobati sudah, meski masih saja menyisakan percikan-percikan kecil dari pihak pemerhati yang enggan disertakan dalam lansiran berita .
Kalimat klasik upaya memberikan kesempatan penyegaran lingkungan tugas bagi pegawai memang ada sisi baiknya untuk bertambahnya wawasan serta perkembangan karir pegawai bersangkutan, selain itu harus mematuhi regulasi yang berlaku adalah untaian kata normatif yang diutarakan pemangku kebijakan, hal itu mendekati apa yang diutarakan Walikota Tasikmalaya dalam kata sambutannya berkaitan pelantikan 192 pejabat dipenghujung Oktober ini yang dengan tegas Viman menaruh harapan besar kepada para pejabat yang telah diambil sumpah dan dilantiknya itu tidak hanya memberi perintah, namun ia harus hadir sebagai tauladan, penggerak, motivator dan katalisator juga mampu membangun kolaborasi lintas perangkat daerah yang relevan, sehingga akses pelayanan mudah didapat, cepat tanggap, dan terarah.
“Pelantikan ini merupakan tanggungjawab baru. Ingat, kita semua memilki tugas baru untuk terus mencari terobosan, memperkuat pelayanan, dan memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar memberi manfaat nyata bagi warga masyarakat Kota Tasikmalaya,” ujar Viman.
Secara khusus Duta Priangan melirik dan patut mengapresiasi perubahan personalia di instansi krusial yang berkaitan erat dengan indikator pembangunan manusia, yakni Pendidikan, Kesehatan, dan Daya Beli. Dimaksud adalah, Sofian Zaenal Muttaqin, S.STP.,M.Si yang dipercaya Viman memimpin Dinkopumkm, tiada bukan jangan salah fokus untuk berkonsentrasi bahwa Kota Tasikmalaya ini kota dagang (pusat perdagangan priatim-red) yang harus mendongkrak daya beli masyarakatnya.
Lalu kesehatan kini dipercayakan kepada dr. Asep Hendra Hendriana, M.M. Yang Duta Priangan serap dari beberapa pengamat kebijakan terkait Dinas Kesehatan diantaranya mengatakan bahwa, pelanyanan prima bidang kesehatan sangat urgent bahkan perlu ditingkatkan lagi. Dinas yang berkomitmen sigaf, cepat dan tepat dalam penanganan dengan segenap mengerahkan kompetensinya, itu tidak tidak cukup karena usaha menciptakan warga masyarakat yang sehat dan wal’afiat itu lebih penting.
Satu lagi, dinas yang seksi, yakni Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya yang dinakhodai birokrat bersahaja, cepat belajar, dan mudah beradaftasi yakni Dr. H. Rojab Riswan Taufik, S.Sos., M.SI dengan mengusung jargon “Melati” melayani sepenuh hati Ini setelahnya H. Cecep Susilawan, S.Pd., M.M yang pada momentum pelantikan kemarin diberi kesempatan untuk men-tune-up motornya penggerak pendidikan (Sekertaris Dinas-red), agar Nakhoda lebih fokus dan jelas menentukan arah kebijakan pendidikan di Kota Tasikmalaya yang selang beberapa waktu ini, A Rojab (Sapaan akrab-red) sempat mengerutkan alis, karena menurut penulis pas ia masuk, A Rojab bergumam, “ini pake manajemen birokrasi apa ya, kok tidak sesuai dengan disertasi. Makanya, Magister Manajemen yang juga memiliki pengalaman guru dan kepala sekolah ini (H. Cecep-red) meski kurang 100 hari, penulis yakin akan membenahinya, agar Tahun 2026 ada syincronisasi tiap sudut ruangan Disdik, sehingga harmonisasi terwujud, maka keluarga besar pendidikan Kota Tasikmalaya benar-benar punya bapak. (AA)







