Tasikmalaya, Duta Priangan – SDN 2 Sukamaju selang beberapa hari silam kembali menghadirkan sebuah karya pendidikan yang berkesan melalui kegiatan Paturay Tineung Murid Kelas VI dan Pagelaran Seni Kolaboratif dengan mengusung tema “Miang Nyungsi Jomantara: Nyambungkeun Tradisi ka Mangsa Hareup, Nganyam Beda Ku Adab, Ngawujud Cita ku Iman” yang usai dilaksanakan pada Selasa (23/06/2026) di halaman SDN 2 Sukamaju, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.

ITidak hanya menonjolkan kekayaan budaya lokal, kegiatan ini juga mengintegrasikan teknologi digital dalam penyajiannya. Sebuah TV Merah Putih berukuran besar ditempatkan di sisi kanan lapangan sekolah yang secara bergantian menayangkan berbagai dokumentasi kegiatan dan prestasi SDN 2 Sukamaju. Di sekeliling area televisi tersebut dipamerkan berbagai piala dan sertifikat penghargaan yang berhasil diraih murid dalam berbagai ajang akademik maupun non-akademik.

Nuansa elegan semakin terasa melalui perpaduan dekorasi yang didominasi warna anggun. Tenda-tenda yang terpasang dihiasi payung geulis, cecempeh dan aseupan yang tergantung artistik diantara dua tenda sehingga menciptakan suasana yang hangat dan memanjakan mata. Sementara itu, panggung utama tampil megah dengan sentuhan anyaman bambu, rangkaian bunga serta lampu-lampu gantung yang memperkuat kesan tradisional sekaligus modern. Keunikan acara juga nampak pada penggunaan tiga bahasa (Bahasa Sunda, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris) oleh tim pembawa acara. Hal tersebut menjadi symbol bahwa murid SDN 2 Sukamaju dipersiapkan untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budayanya.
Dalam sambutannya, Kepala SDN 2 Sukamaju , Budiman, M.Pd menjelaskan makna mendalam tema yang usung pada kegiatan tersebut. Menurutnya hal itu mengandung filosofi pendidikan yang sangat relevan dengan tantangan masa kini. Ia pun menjelaskan bahwa, ” Miang Nyungsi Jomantara Nyambungkeun Tradisi ka Mangsa Hareup” merupakan harapan agar murid mampu menggapai cita-cita setinggi langit dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi, namun tetap berpegang teguh pada budaya, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur warisan leluhurnya.
Sementara itu, makna “Nganyam Béda ku Adab” mengajarkan bahwa keberagaman karakter, bakat, dan kemampuan murid harus menjadi kekuatan yang saling melengkapi. Melalui semangat silih asih, silih asah, dan silih asuh, seluruh perbedaan dirangkai dengan adab dan akhlakul karimah sehingga menjadi kekayaan yang membawa kebaikan bersama. Adapun makna “Ngawujud Cita ku Iman” menjadi puncak dari tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan sekolah. Cita-cita yang tinggi harus dibangun di atas pondasi iman yang kuat sehingga ilmu yang dimiliki dapat digunakan untuk kebaikan dan kemaslahatan.
“Urang henteu ngan ukur hoyong murid janten jalma anu pinter, tapi ogé janten jalma anu jujur, amanah, tanggung jawab, sareng salawasna émut ka Gusti Nu Maha Suci. Ku iman, élmu janten berkah. Ku iman, préstasi janten maslahat. Ku iman, kasuksésan janten jalan kana kabagjaan dunya sareng ahérat,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam apresiasinya Ketua Komite SDN 2 Sukamaju, Herostian Juningsih, S.P., mengutarakan terima kasih kepada seluruh guru serta tenaga kependidikan yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan. Ia pun menyampaikan bahwa SDN 2 Sukamaju selalu menghadirkan ide-ide kreatif dan konsep acara yang berbeda setiap tahunnya.
“Setiap tahun SDN 2 Sukamaju selalu memberikan kejutan melalui konsep kegiatan yang kreatif, edukatif, dan berkesan. Kegiatan kali ini menunjukkan bahwa sekolah mampu menghadirkan acara yang sederhana namun sarat makna, memadukan budaya, teknologi, pendidikan karakter, dan nilai-nilai spiritual dalam satu rangkaian yang luar biasa,” ujarnya.
“Perjalanan kalian masih panjang. Teruslah belajar, jaga akhlak, hormati orang tua dan guru, karena kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh karakter dan kerja keras,” pesannya.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi adat Paturay Tineung yang berlangsung khidmat dan penuh haru. Prosesi tersebut semakin sakral dengan iringan alunan degung persembahan para guru SDN 2 Sukamaju yang menghadirkan suasana emosional bagi para murid, orang tua, maupun tamu undangan.
Kemeriahan berlanjut dalam Pagelaran Seni Kolaboratif yang menampilkan berbagai karya terbaik murid. Beragam penampilan seperti tari tradisional, paduan suara, pencak silat, musikalisasi puisi, hingga pertunjukan grup karinding yang melibatkan alumni dan murid SDN 2 Sukamaju berhasil memukau para penonton.
Salah satu momen paling mengharukan adalah persembahan khusus bagi dua guru yang memasuki masa purna tugas, yaitu Oom Komalasari, S.Pd. dan M. Solehhuddin, S.Pd. Persembahan tersebut dikemas melalui penampilan kolaboratif marching band yang membawakan lagu Laskar Pelangi, diiringi petikan gitar oleh Daffa Adhia, S.Pd., salah seorang guru SDN 2 Sukamaju. Penampilan tersebut semakin menyentuh melalui pembacaan sajak oleh Susilawati, S.Pd. bersama Arga sebagai perwakilan murid yang menggambarkan rasa hormat, ucapan terima kasih, dan kenangan indah selama mendampingi perjalanan belajar para murid. Kegiatan Paturay Tineung dan Pagelaran Seni Kolaboratif tahun ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang capaian akademik, tetapi juga tentang bagaimana membangun karakter, melestarikan budaya, memanfaatkan teknologi, serta menanamkan nilai-nilai keimanan dalam setiap langkah kehidupan murid. Melalui tema “Miang Nyungsi Jomantara”, SDN 2 Sukamaju kembali menegaskan komitmennya untuk melahirkan generasi yang cerdas, berbudaya, berakhlak mulia, dan siap menghadapi masa depan. (AA)





