Oleh: Arin Yulistia, S.Pd
Kelulusan menjadi salah satu momen yang paling dinantikan setelah menempuh proses belajar selama enam tahun di sekolah dasar. Namun bagi SDN 2 Sukamaju, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya ini kelulusan bukan hanya tentang pengumuman hasil belajar atau pelepasan murid menuju jenjang pendidikan berikutnya. Kelulusan juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai, memperkuat karakter, serta melestarikan budaya yang hidup di lingkungan sekolah.

Hal itulah yang tampak dalam prosesi kelulusan murid kelas VI SDN 2 Sukamaju Tahun Akademik 2025/2026 yang mengusung tema ‘Ku Du’a Ngajait Cita, Ku Harepan Nyorang Jaga’ (Bahasa Sunda-red) yang berarti ‘Dengan doa merajut cita, dengan harapan menembus masa depan’.
Sejak awal, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi murid dan wali murid. Sebelum berangkat ke sekolah, murid melaksanakan salat dhuha dan membaca Surat Al-Waqi’ah di rumah masing-masing. Setelah itu mereka meminta restu kepada kedua orang tua sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih atas doa serta pendampingan yang diberikan selama menempuh pendidikan dasar.
Momen tersebut menjadi bagian penting dalam keseluruhan rangkaian acara. Sebab, keberhasilan pendidikan tidak hanya lahir dari proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga dari dukungan keluarga yang terus membersamai tumbuh kembang anak.
Setibanya di sekolah, para orang tua disambut oleh alunan musik degung yang dimainkan oleh guru-guru SDN 2 Sukamaju menghadirkan suasana yang hangat dan akrab. Selanjutnya ada penampilan Tari Payung yang dibawakan oleh adik-adik kelas.
Nuansa budaya Sunda terasa begitu kuat di seluruh area sekolah. Berbagai sudut dihias menggunakan samping khas Sunda yang membalut pot-pot tanaman, hingga area kegiatan utama. Deretan kursi ditata secara estetik dan dipadukan dengan payung geulis yang menjadi salah satu ikon budaya Priangan. Dekorasi sederhana tersebut berhasil menghadirkan suasana yang berbeda sekaligus memperkuat identitas lokal dalam kegiatan sekolah.
Tidak hanya itu, seluruh rangkaian acara dipandu menggunakan tiga bahasa, yaitu Bahasa Sunda, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Penggunaan tiga bahasa tersebut menjadi simbol bahwa sekolah berupaya menumbuhkan peserta didik yang tetap menghargai budaya daerah, menguasai bahasa nasional, dan memiliki kesiapan menghadapi tantangan global.
Prosesi pengumuman kelulusan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, SDN 2 Sukamaju memilih menghadirkan suasana yang lebih personal dan bermakna. Kali ini, Selasa (02/06/2026) setiap murid didampingi para orangtuanya menerima amplop yang berisi hasil kelulusan. Yang kemudian amplop tersebut dibuka bersama dipandu hitungan mundur oleh panitia. Suasana haru begitu terasa ketika satu per satu amplop dibuka. Senyum bahagia, rasa lega, dan ucapan syukur mewarnai wajah para murid maupun orang tua, karena hasilnya, seluruh murid kelas VI SDN 2 Sukamaju yang berjumlah 62 orang dinyatakan lulus.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa dibalik sebuah kelulusan terdapat perjalanan panjang yang dilalui bersama. Ada kerja keras murid, pendampingan guru, dan doa orang tua yang tidak pernah putus mengiringi setiap langkah mereka.
Setelah pengumuman kelulusan, kegiatan dilanjutkan dengan penerbangan merpati dan balon harapan. Sebelum acara berlangsung, setiap murid telah menuliskan cita-cita dan harapan yang ingin mereka raih pada masa depan. Tulisan-tulisan tersebut kemudian diikatkan pada balon dan diterbangkan bersama-sama.
Puluhan balon berwarna putih dan emas perlahan naik ke langit, membawa berbagai harapan yang ditulis oleh para murid. Sebagian ingin menjadi guru, dokter, polisi, pengusaha, atlet, TNI, Intelejen, desainer, ustadah, dan berbagai profesi lainnya. Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa setiap cita-cita perlu dijaga, diperjuangkan, dan diiringi dengan doa.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) di lingkungan sekolah. Para murid dibagi ke dalam sepuluh kelompok yang masing-masing menanam jenis tanaman herbal yang berbeda, seperti jahe merah, jahe putih, kunyit, lengkuas, daun pandan, kencur, lidah buaya, kemangi, daun kelor dan tanaman obat lainnya.
Pemilihan kegiatan ini bukan tanpa alasan. Selain memanfaatkan lahan sekolah yang tersedia, penanaman TOGA juga diharapkan menjadi pengingat bahwa setiap hal baik memerlukan proses untuk tumbuh dan berkembang. Sebagaimana tanaman yang membutuhkan perawatan agar menghasilkan manfaat, demikian pula cita-cita memerlukan ketekunan dan kesabaran untuk diwujudkan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penampilan Marching Band SDN 2 Sukamaju yang memukau. Iringan musik yang energik, formasi yang rapi, dan kekompakan yang terjaga, para anggota marching band berhasil menghibur seluruh hadirin yang masih larut dalam suasana haru kebahagiaan. Dan marching band itu sendiri merupakan salah satu hasil ekstrakurikuler unggulan yang banyak diminati oleh murid SDN 2 Sukamaju. Selain menjadi wadah pengembangan bakat dan minat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter melalui disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan rasa percaya diri.
Ketua Komite SDN 2 Sukamaju, Herostian Juningsih, S.Pd., pada kesempatan itu menyampaikan apresiasinya terhadap konsep kelulusan yang selalu menghadirkan pengalaman berbeda setiap tahunnya. Menurutnya, sekolah tidak pernah menjadikan kelulusan sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi selalu berupaya menghadirkan nilai-nilai pendidikan yang bermakna bagi murid.
“Tahun ini prosesi kelulusan dikemas dengan nuansa budaya Sunda yang sangat kental. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang dilaksanakan melalui kegiatan camp kelulusan, di mana murid kelas VI bermalam satu malam di sekolah untuk memperkuat karakter, kemandirian, dan nilai-nilai religius. Setiap tahun SDN 2 Sukamaju selalu menghadirkan konsep yang berbeda, tetapi tujuannya tetap sama, yaitu memberikan pengalaman yang bermakna bagi anak-anak,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh salah seorang guru SDN 2 Sukamaju, Maulida Mutiarani, S.Pd. Menurutnya, sekolah selalu berusaha menghadirkan kegiatan yang kreatif sekaligus memiliki nilai pendidikan yang kuat.
“SDN 2 Sukamaju selalu ingin tampil berbeda dari sekolah lain. Bukan untuk menjadi yang paling hebat, tetapi untuk memberikan pengalaman belajar yang berkesan dan bermakna bagi murid-murid kami. Setiap kegiatan yang dilaksanakan selalu diupayakan memiliki nilai pendidikan sehingga anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga memperoleh pelajaran hidup yang akan mereka ingat di masa depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SDN 2 Sukamaju, Budiman, M.Pd., menegaskan bahwa sekolah memiliki komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pelestarian budaya.
“Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Anak-anak perlu diberikan pengalaman nyata yang dapat membentuk karakter, memperkuat identitas budaya, serta menumbuhkan rasa percaya diri. Karena itu, setiap kegiatan sekolah selalu kami rancang agar menjadi bagian dari proses belajar yang bermakna. Kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal bagi anak-anak untuk melangkah menuju masa depan dengan bekal nilai-nilai yang telah mereka peroleh selama di sekolah,” tuturnya.
Pengawas Bina SDN 2 Sukamaju, Wina Gunawati, S.Pd., turut mengapresiasi penyelenggaraan prosesi kelulusan yang menjungjung nilai budaya dan pendidikan karakter. Ia mengaku bangga melihat keterlibatan murid dalam berbagai penampilan dan kegiatan yang mencerminkan kecintaan terhadap budaya daerah.
“Saya merasa terharu melihat penampilan anak-anak dan seluruh rangkaian kegiatan yang disiapkan oleh sekolah. Nuansa Sunda begitu terasa, mulai dari dekorasi, penggunaan bahasa, hingga pertunjukan seni yang ditampilkan. Ini menjadi bukti bahwa budaya daerah masih hidup dan dapat diwariskan kepada generasi muda melalui pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, SDN 2 Sukamaju merupakan salah satu sekolah yang konsisten dalam melestarikan budaya sekaligus mampu memanfaatkan aset yang dimiliki secara maksimal untuk mendukung proses pendidikan.
“Sekolah ini mampu mengelola potensi yang dimilikinya menjadi kegiatan yang bermakna. Tidak hanya melestarikan budaya Sunda, tetapi juga mengintegrasikannya ke dalam berbagai kegiatan pendidikan. Semoga semangat ini dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya,” tambahnya.
Secara tidak langsung, seluruh rangkaian kegiatan tersebut juga mencerminkan nilai-nilai Panca Waluya yang saat ini menjadi salah satu fokus penguatan karakter peserta didik di Jawa Barat, yaitu Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer. Nilai-nilai tersebut hadir dalam bentuk pengalaman nyata yang dialami langsung oleh peserta didik, mulai dari pembiasaan spiritual, penghormatan kepada orang tua, kecintaan terhadap budaya lokal, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Kelulusan di SDN 2 Sukamaju akhirnya tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa belajar di sekolah dasar. Lebih dari itu, ia menjadi momentum untuk mengingatkan murid bahwa perjalanan pendidikan masih panjang. Dengan doa yang terus menyertai, harapan yang terus dijaga, serta nilai-nilai yang telah ditanamkan selama di sekolah, mereka diharapkan mampu melangkah menuju masa depan dengan lebih percaya diri.
Baca Juga: SMP Negeri 13 Kota Tasikmalaya Secara Resmi Umumkan 357 Siswa-siswi Kelas IX 100% Lulus
Sebagaimana tema yang diusung tahun ini, cita-cita dirajut melalui doa dan masa depan ditempuh dengan harapan. Sebuah pesan sederhana, namun memiliki makna yang akan terus dibawa oleh para lulusan SDN 2 Sukamaju ke mana pun mereka melangkah.
(Penulis artikel adalah Guru di SDN Negeri 2 Sukamaju, Indihiang, Kota, Tasikmalaya)







