“Warga Masyarakat Secara Berkala Ambil Inisiatif Gotong Royong , Meskipun Realisasi Program Kegiatan Bersumber Dana Desa Tahun 2025 Tersebut Kejelasannya Dipertanyakan Berbagai Pihak”
Tasikmalaya, Duta Priangan – Terpantau hingga Bulan Ketujuh (Juli 2026-red), program kegiatan Pengerasan Jalan Poros Desa yang menghubungkan Dusun Datarnangka dan Dusun Pancatengah, Desa Cikuya, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya sebagaimana diperjelas dalam papan informasi proyek, realisasinya diduga mangkrak. Adapun nampak gambar adanya kegiatan pekerjaan itu adalah upaya gerakan gotong royong masyarakat dari dua dusun (Dusun Datarnangka – Dusun Pancatengah) yang dilaksanakan secara berkala dan sukarela.

Berdasarkan dokumentasi warga pada 14 Juli 2026, kondisi jalan masih berupa tanah merah dengan tumpukan batu di sebagian badan jalan. Belum ada tanda-tanda pekerjaan pemadatan terlebih pengecoran. Padahal, Dana Desa TA 2025 seharusnya sudah terealisasi tahun 2025 kemarin.

“Papan Proyeknya sudah lama terpampang, tapi jalannya masih begini. Kalau hujan licin sekali, kasihan anak sekolah dan aktivitas keseharian warga masyarakat sekitar lainnya,” kata salah satu warga Dusun Datarnangka yang meminta namanya tidak dikorankan, belum lama ini.
Dana Desa merupakan anggaran dari APBN melalui Kementerian Desa PDTT yang peruntukannya wajib dirasakan langsung oleh masyarakat. Mangkraknya proyek ini menimbulkan pertanyaan warga soal transparansi dan akuntabilitas realisasi Dana Desa Cikuya TA 2025.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Cikuya belum memberikan keterangan resmi terkait kendala dan kepastian kelanjutan proyek. Upaya konfirmasi awak media baik langsung maupun melalui pesan WhatsApp sejauh ini belum mendapat jawaban yang layak dikatakan statment dari pihak desa maupun pihak instansi terkait. Camat Culamega yang dalam hal ini selaku pembina desa juga masih dalam upaya konfirmasi.
Sementara itu, Tokoh masyarakat Desa Cikuya berharap Pemdes segera memberi klarifikasi terbuka. “Biar tidak jadi fitnah. Kalau memang ada kendala, sampaikan ke warga. Kalau dananya sudah ada, harusnya jalan sudah sesuai perencanaan dengan jumlah nilai cukup besar,” ujarnya.
Duta Priangan berharap lansiran ini kedepannya dapat mendorong para pihak terutama pihak pemerintahan desa maupun BPD Desa Cikuya mau membeberkan apa yang sebenarnya terjadi pada pengerasan Jalan Poros Desa yang terbentang antara Dusun Datarnangka – Pancatengah Desa Cikuya ini, bahkan Duta Priangan akan segera melayangkan surat resmi permohonan audensi sebagai langkah konfirmasi pers kepada berbagai pihak terkait. (Bewok)





