“Aksi Sempat Tegang dan Ricuh, Namun Tetap Terkendali”
Tasikmalaya, Duta Priangan – Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan dan perguruan tinggi di Tasikmalaya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (28/10/2026).
Aksi digelar bertepatan dengan momentum Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 tersebut relatif terkendali meski suasananya sempat tegang dan diwarnai kericuhan hingga jebolnya pintu gerbang akibat massa aksi yang berjumlah ratusan itu terlibat aksi saling dorong dengan aparat keamanan.
Dalam orasinya, aktivis mahasiswa dibawah koordinator aksi, Aday menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus dimaknai dengan keberanian untuk mengkritik dan mengawal kebijakan pemerintah. Mereka menyuarakan sejumlah isu strategis, mulai isu nasional yang menyoroti evaluasi dan pertanggungjawaban dua tahun masa pemerintahan pasangan Prabowo-Gibran serta penanganan masalah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) diberbagai daerah yang dinilai lamban. Kemudian untuk isu daerah, aksi mendesak pemerintah dan kepolisian untuk lebih serius memberantas teror serta aksi kejahatan dari berandalan geng motor yang meresahkan warga Kota Tasikmalaya.
“28 Oktober bukan sekadar seremoni upacara. Ini adalah momentum pemuda untuk bersuara. Kami datang ke DPRD untuk mengingatkan bahwa pemuda masih ada dan masih peduli dengan arah pembangunan Kota Tasikmalaya khususnya, juga nasional,” ujar salah satu orator aksi di atas mobil komando aksi.
Akhirnya dengan pengawalan ketat pengamanan, Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H. Heri Ahmadi, S.Pd.I, (PKS), Ketua Komisi II, H. Rahmat Sutarman (Gerindra), Anggota Dewan Bagas Suryono (PAN) dan Elan Jaelani, S.H (PKS), nampak juga dari pihak Eksekutif, Kaban Kesbangpol, Drs. Ade Hendar, M.M yang juga selaku Plt. Asda I (Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat) pada Setda Kota Tasikmalaya muncul menemui massa aksi untuk berdialog dan menerima aspirasi yang disampaikan masa. Dalam hal ini pihak DPRD mengapresiasi aksi dan berjanji akan menindaklanjuti setiap tuntutan mahasiswa sesuai dengan mekanisme dan kewenangan yang ada.
“Kami hargai semangat adik-adik mahasiswa. Inilah esensi Sumpah Pemuda, kritis dan cinta tanah air. Semua aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami catat dan kami bahas di internal DPRD,” ujar Ustadz Heri. (Zul)





