“Perwakilan PDY Bersikap Agresif, Hampir Terjadi Baku Hantam Dengan Perwakikan Masa di Dalam Salah Satu Lapang Padel
Tasikmalaya, Duta Priangan – Pasca gelar Audensi antara DPRD Kota Tasikmalaya, Tim Teknis dari berbagai OPD Kota Tasikmalaya, sejumlah warga dari tiga kampung yakni Kp. Sindangsari (Kelurahan Sukamulya, Bungursari, Kp. Pamijahan Kelurahan Sukarindik Bungursari, dan Kp Gunungbatu, Kelurahan/Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya warga mendesak kepada pihak DPRD dan tim teknis dari berbagai OPD yang hadir untuk sama-sama menyatroni Lapang PFY sebagai upaya veryfikasi faktual kenapa warga sekitar bersikukuh memprotes keras pembangunan sarana olahraga bisnis yang berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda, tepatnya di sebrang RS Hermina Kota Tasikmalaya itu.

Protes tersebut bukan terkait keberadaan olahraganya, melainkan terkait dugaan adanya penutupan saluran air adat / saluran air masyarakat yang selama ini menjadi akses aliran air warga, terutama bila saluran air itu hilang maka yang paling dirugikan adalah warga Gunungbatu Kelurahan Cipedes. Sedangkan warga kampung Sindangsari dan Pamijahan akan kena dampak genangan air, bahkan banjir bila musim hujan tiba, akibat hilangnya saluran air tersebut.
Ditegaskan salah seorang warga, Enjang Firmansyah, ini bukan masalah dampak yang kelak akan muncul, saluran air ini kan fasiltas umum milik warga masyarakat asli disini turun temurun, lalu kemudian ditutup atau dicaplok tanpa ada adab kulonuwon wajar kalau kami sebagai warga protes.
Perwakilan warga lainnya dalam hal ini disampaikan Santo Sambo menyebutkan, saluran air tersebut memiliki fungsi vital bagi lingkungan, terutama saat musim hujan untuk mencegah genangan dan banjir di pemukiman. Dan sangat berfungsi untuk pengairan pertanian dan perikanan bagi warga Gunungbatu.
“Kami warga Sindangsari, Pamijahan, Gunungbatu merasa dirugikan. Ada saluran air adat kami yang diduga ditutup oleh pihak pembangunan Padel For You. Kami minta keadilan,” ujar Enjang kepada Duta Priangan, Selasa (14/10/2026).
Atas persoalan tersebut, warga meminta pendampingan dan verifikasi faktual dari pihak DPRD Kota Tasikmalaya q11untuk turun langsung ke lokasi guna melihat kondisi di lapangan, meski Anang Safaat menolak karena ada agenda lain, akhirnya Anang menyanggupi untuk mendampingi peserta Audensi dan tim teknis menuju lokasi pembangunan sarana olahraga Padel.For You (PFau) yang disambut pihak PFY, Ismail.
Ismail sempat berkilah, lapangnya dibuka untuk uji coba selama dua bulan, sambil menunggu proses legalitas formal lainnya.
Mendengar hal itu (Lapang Padel dibuka untuk uji coba), salah seorang warga sempat mempertanyakan kepada para pengunjung yang tengah main Padel, dan mereka main dilapangan ini berbayar dihitung perjam. Warga menilai , pihak PFY sudah mulai berbisnis, sementara jangankan urusan dengan masyarakat, legalitas formal pun secara prosedural diduga kuat belum sepenuhnya ditempuh.
Tak disangka sempat terjadi ricuh hampir baku hatam karena memang sikap Ismail over agresif dalam menjawab setiap pertanyaan warga. Namun Anang Safaat didampingi Elan Jaelani dari Komisi III dapat melerai dan mengajak duduk bersama, bahkan dalam diskusi kecil itu pun Kepala DPUPR Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman Raksanagara, S.Pi., M.P pun sempat hadir meski terlambat untuk ikut mencari win win selution.
Dari Diskus kecil itu pun warga Keuekuh berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui dinas terkait harus bertindak tegas, mengecek kembali perizinan pembangunan tersebut, terutama terkait kajian dampak lingkungan dan persetujuan warga sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Padel For You (PFY) Jl. Juanda dan Dinas terkait di Pemkot Tasikmalaya masih dalam upaya konfirmasi oleh tim Duta Priangan. (AA)






