Subang, Duta Priangam – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat bersama dengan seluruh BPBD Kabupaten/Kota se-Jawa Barat kembali mengadakan rapat koordinasi kehumasan dengan tema “Media Center pada Masa Tanggap Darurat Bencana”. Rapat koordinasi kehumasan BPBD Provinsi Jawa Barat berlangsung selama dua di akhir Agustus kemarin bertempat di Sari Ater Camping Park, Kabupaten Subang.

“Biasanya kita gelar rapat di tempat yang nyaman, sekarang di tenda. Karena selaras dengan tema Rakornya Media Centre Pada Saat Tanggap Darurat. Jadi agar suasana tanggap daruratnya terasa,” ujar Sekretaris BPBD Provinsi Jawa Barat, Anne Hermadianne Adnan saat memberikan sambutan.
Narasumber pertama adalah Humas BNPB, Rusnadi Suyatman Putra yang membahas mengenai komunikasi krisis dan media centre. Selain memberikan materi, Rusnadi juga mengadakan dinamika kelompok untuk para peserta. Peserta sendiri terlihat aktif untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Dalam media centre, bencana sekecil apapun mesti ada laporannya, karena itu akan menjadi mitigasi,” ujar Rusnadi.
“Media centre sendiri tidak akan terbentuk tanpa adanya komunikasi krisis,” imbuh Rusnandi.
Disesi kedua, materi disampaikan oleh Analis Kebencanaan Ahli Muda, Ebet Nugraha, dengan paparan Komunikasi Bencana. Dalam paparannya, Ebet mengatakan bahwa humas itu kalau dianalogikan adalah lampu kendaraan di waktu malam. Artinya, humas itu penting. Salah satu contoh tugas humas adalah untuk mengingatkan pejabat. Misalnya meminta agar tidak memakai batik saat ke lokasi bencana. Tampaknya biasa, tapi pakaian yang cocok dengan kondisi, bisa menunjukkan yang bersangkutan siap kerja.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Humas BPBD Provinsi Jawa Barat, Vivi Silvia dengan menyampaikan sharing mengenai tugas kehumasan dari pengalamannya saat di bencana gempa bumi Cianjur.
Pelaksanaan Simulasi Media Center Saat Tanggap Darurat digelar pada dihari kedua dengan pembagian peserta menjadi 3 kelompok, yakni kelompok Media Center, Sarana Pendukung, dan Jurnalis. Masing-masing kelompok akan menentukan siapa yang bertindak, sebagai apa. Dalam kegiatan ini, para peserta menyiapkan press conference, susunan lay-out media center, dan bertindak sebagai wartawan, warga, atau pengamat. Kegiatan simulasi press conference dilakukan setelahnya. Setelah evaluasi kegiatan oleh BPBD Provinsi Jawa Barat, dilakukan penandatanganan berita acara dan apel penutupan. (Desta/*red)







