Tasikmalaya, Duta Priangan – Salah satu upaya nyata Disdik Kota Tasikmalaya dalam mensosialisasikan rencana 100 hari kerja (100 HK) pasangan Walikota Tasikmalaya Periode 2025-2030 merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa kebijakan pendidikan yang diterapkan selain efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat juga selaras dengan visi/misi pasangan Walikota dan Wakil Walikota Tasikmalaya.

Atas hal itu, Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya yang dimotori langsung oleh H. Nanang Suhara, S.Pd., M.M selaku Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya secara marathon hari ini Jum’at (11/04/2025) mensosialisasikan rencana program 100 hari kerja pasangan Walikota dan Wakil Walikota Tasikmalaya periode 2025-2030 di hadapan para Kepala Sekolah, Komite Sekolah, dan perwakilan guru dari setiap Sekolah Dasar yang ada di masing-masing wilayah Kecamatan Bungursari, dan Kecamatan Mangkubumi. Dimana sesuai jadwal road show rakor di maksud, hari pertama tadi usai dilaksanakan di Kecamatan Bungursari bertempat di SDN Sukamulya, yang dilanjut ke Kecamatan Mangkubumi bertempat di SDN 1 Mangkubumi.

Hadir mendampingi Kadisdik Kota Tasikmalaya dalam dua sesi kegiatan dimaksud, Kabid PPSD, Kasi Penunjang Pembelajaran, beserta staf, Korwas pada Disdik Kota Tasikmalaya, para Pengawas Bina Satuan Pendidikan SD dari masing-masing wilayah tugas, Ketua FKKS SD Kec. Bungursari juga Ketua FKKS SD Kec. Mangkubumi.

Terdapat 10 point program 100 hari kerja Walikota Tasikmalaya yang dipaparkan Kadisdik dalam road show di dua wilayah kecamatan tersebut, antara lain Peningkatan Kompetensi Guru Pendamping Khusus (GPS); Penuntasan Siswa Dalam Calistung; Penuntasan Siswa Baca Al-Quran; Pengadaan Tempat Sampah Yang Memadai; Pengenalan Muatan Lokal Sunda, Pembentukan Karakter Peserta Didik; Upaya Penanggulangan Gank Motor dan Kenakalan Remaja; Lima Kebiasaan Warga Tasik; Inflasi; Perwujudan Sekolah Rakyat; dan Hindari Pungli.

Baca Juga: Secara Mendadak Tobis Disdik Kota Tasikmalaya Gelar Perdana Kegiatan Di SDN 1 Manangga Bungursari
Demikian pointer penting rencana program 100 hari kerja Walikota Tasikmalaya sebagaimana dipaparkan Kepala Dinas Pendidikan (Plt) Kota Tasikmalaya, H. Nanang Suhara, S.Pd., M.M di hadapan para Kepala Sekolah, Ketua Komite Sekolah, dan Perwakilan Guru di lingkup Kecamatan Bungursari, maupun Kecamatan Mangkubumi. (AA)






Ini merupakan langkah strategis dan progresif. Sosialisasi langsung lewat road show menunjukkan keseriusan Dinas Pendidikan dalam menyinkronkan arah kebijakan pendidikan dengan visi-misi Walikota Tasikmalaya ke depan. Pendekatan ini bukan hanya mempercepat pemahaman para pemangku kepentingan, tetapi juga membuka ruang partisipasi aktif dari berbagai elemen pendidikan — mulai dari kepala sekolah, guru, pengawas, hingga komunitas pendidikan.
Jika 100 Hari Kerja (100 HK) Walikota mencantumkan isu-isu seperti penguatan literasi, digitalisasi sekolah, pelestarian budaya lokal, hingga peningkatan kesejahteraan guru honorer, maka sosialisasi yang dilakukan sejak dini adalah modal penting agar implementasinya tidak stagnan. Ini juga menunjukkan bahwa sektor pendidikan diposisikan sebagai pilar utama pembangunan.
Namun, tentu akan lebih baik bila hasil rakor ini dipublikasikan secara terbuka agar masyarakat dapat ikut mengawal dan memberi masukan, serta memastikan bahwa program-program yang dijanjikan tidak hanya berhenti di tataran wacana.