Tasikmalaya, Duta Priangan – Konferensi Pemilihan Ketua PGRI Kota Tasikmalaya akan segera digelar, dan beberapa kandidat sudah digadang-gadang untuk maju, mulai dari petahana, sosok Kepala SMA, salah seorang pejabat di Dinas Pendidikan, kini mulai menyeruak muncul dengan optimis dari sosok Kepala Sekolah Dasar yang sudah gaek menjadi penggerak para kepala sekolah dasar di Kota Tasikmalaya yakni Nana Hermawan, S.Pd., M.Pd.

Meski Duta Priangan belum mendapat informasi spesifik semua kandidat yang akan maju dalam pemilihan ketua PGRI Kota Tasikmalaya melalui konferensi yang tak lama lagi akan digelar, namun kita bisa melihat dari contoh lain bahwa kandidat kuat biasanya adalah mereka yang memiliki pengalaman, cekatan dalam menyelesaikan masalah guru bahkan masalah pelik di lingkup Dinas Pendidikan yang menaunginya sekalipun, dan tak kalah penting berdedikasi tinggi kepada organisasi yang dinakhodainya.
Jelang konferensi pemilihan Ketua PGRI Kota Tasikmalaya, kini menyusul muncul nama Nana Hermawan dari kalangan senior Kepala Sekolah Dasar di Kota Tasikmalaya menjadi kandidat kuat karena pengalaman dan kemampuan kepemimpinannya yang bukan hanya memimpin satuan pendidikan, namun kehandalan leadership di Forum Kerja Kepala Sekolah (FKKS) SD di tingkat Kota Tasikmalaya hingga level Provinsi Jabar, di Kementrian, bahkan sampai di Ruang Wantimpres nama Nana Hermawan pernah disebutnya.
Nah, Konferensi PGRI Kota Tasikmalaya sendiri merupakan forum tertinggi dan momentum penting dalam dunia pendidikan, dengan munculnya tokoh-tokoh penting yang memiliki kepedulian baik bagi keberlangsungan eksistensi wadah perjuangan Guru maupun derap langkah kebijakan pendidikan, ini menunjukkan ia memiliki komitmen melalui PGRI akan meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Tasikmalaya.
Terkait komitmen Nana Hermawan maju menjadi Kandidat Ketua PGRI Kota Tasikmalaya Periode 2025-2030, melalui wawancara eksklusif dengan Duta Priangan terungkap jelas dengan dukungan dari berbagai pihak dan kalangan, Nana menyatakan siap beserta sederet pasukan andalannya dengan membawa semangat untuk mengembalikan ruh PGRI sebagai wadah perjuangan dan pangembangan profesi guru.
Lanjut dipaparkan Nana, Reorganisasi PGRI Kota Tasikmalaya bisa jadi momen emas untuk rebranding serta merakit kembali semangat kolektif / solidaritas guru-guru di Kota Tasikmalaya.
“Dan hal ini sudah barang tentu kami beserta tim sudah mengantongi beberapa rumus langkah strategis yang nanti akan kita laksanakan, diantaranya mewujudkan tim formatur reorganisasi meski tidak harus total yang pasti diawali pembentukan tim kecil yang netral, dihormati, dan kredibel; Menampung aspirasi ananggota; Merekonstruksi Visi-Misi; Memilih dan menyusun pengurus dengan mekanisme demokratis; Ikut menjunjung kearifan lokal dan memelihara budaya sebagai identitas diri; Tranfaransi dan akuntabilitas sebagai sesuatu yang mutlak; dan langkah-langkah strategis lainnya yang bila perlu akan kami paparkan dalam sebuah forum khusus bila diperlukan,” ujar Nana.
Dipenghujung wawancara eksklusif ini, Nana Hermawan menambahkan visi/misi yang diusungnya sebagai Kandidat Ketua PGRI Kota Tasikmalaya Masa Bakti 2025–2030, yakni, Visi: “Mewujudkan PGRI sebagai rumah besar perjuangan guru yang profesional, sejahtera, dan bermartabat menuju pendidikan Tasikmalaya yang unggul, humanis, dan berkarakter.”
Misi:
- Memperkuat solidaritas dan solidaritas antaranggota PGRI lintas jenjang dan lembaga.
- Meningkatkan kapasitas profesionalisme guru melalui pelatihan, pendampingan, dan sertifikasi.
- Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru, khususnya guru honorer dan non-ASN.
- Meningkatkan peran PGRI dalam pelestarian budaya lokal, penguatan karakter, dan pendidikan berbasis nilai.
Nana pun berjanji pada saat yang tepat ia akan memaparkan secara komprehensif terkait Arah Kebijakan dan Program Strategisnya. (AA)








Semoga terpilih, dan dapat membawa Guru secara Profesional dalam menjalankan tugasnya, serta dapat mensejahterakannya
Tajuk berita ini menunjukkan bahwa proses regenerasi kepemimpinan di tubuh PGRI Kota Tasikmalaya berjalan dinamis dan penuh semangat demokratis. Munculnya sejumlah sosok dengan latar belakang yang beragam—dari incumbent, doktoral, eselon, hingga penggerak kepala sekolah—mencerminkan betapa besar perhatian dan komitmen para pendidik terhadap masa depan organisasi.
Terlebih, hadirnya nama Nana Hermawan, M.M.Pd. sebagai kandidat yang sudah bulat maju menjadi Ketua PGRI 2025–2030, menunjukkan adanya sosok yang siap lahir batin memikul tanggung jawab besar ini. Dengan pengalaman dan latar belakang kepemimpinan beliau, semoga PGRI ke depan mampu menjadi organisasi yang semakin responsif terhadap kebutuhan guru, adaptif terhadap tantangan zaman, serta kolaboratif dalam memperjuangkan nasib dan martabat para pendidik.
Kami berharap, siapa pun yang terpilih nantinya, dapat membawa semangat baru dan menjadikan PGRI sebagai rumah besar perjuangan guru yang inklusif, profesional, dan berdaya saing.
Jangan lelah mencintai oeganisasi profesi(PGRI)