(Laporan Khusus: Jodi Setiawan)
Karawang, Duta Priangan – Kehadiran KDM (Gubernur Jabar-red) di Karawang untuk memenuhi Undangan Panitia Peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang Ke-393, 14 September 2026 bukan disambut ‘Mamang Lengser’ melainkan oleh Masyarakat Karawang yang menyodorkan protes seolah anak mengadu kepada bapak yang sebagaimana kita kenal bapak satu ini selalu bawa duit bila bepergian dengan penuh harapan tuntutan perbaikan hingga peningkatan sarana infrastruktur di Karawang khususnya sarana vital penunjang ekonomi masyarakat disepanjang lintasan Badami – Loji yang sampai hari ini Senin, (14/09/2026) dimana diperingatinya jatuhnya usia 393 Tahun Kabupaten Karawang jalan tersebut sejak lama kondisinya rusak katagori berat, dan mumpung ada KDM warga masyarakat yang ada di jalur Badami-Loji acungkan tangan sebagai bentuk protes yang pada dasarnya hal itu ditujukan kepada pihak Pemerintah Kabupaten Karawang yang mereka nilai lamban.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mendapati Hal itu (aksi massa-red) dari masyarakat dimaksud juga diperkuat oleh gabungan Mahasiswa, Kaum Muda bahkan dari Elem Buruh pun turun ke jalan.
Dalam aksinya, demonstran menuntut bantuan KDM untuk memperkuat Pemerintah Kabupaten Karawang baik dari segi kebijakan, kewenangan berikut finansialnya karena soal efisiensi yang masyarakat juga maklum, karena mendengar juga bahwa di Perubahan APBD yang disampaikan Bupati dihadapan wakil rakyatnya (Legislatif-red) hingga Rencana APBD Tahun 2027 pun dipastikan mengalami defisit.
Tapi bukan berarti masyarakat tidak mau tahu, yang yang penting bagaimana caranya ada ketegasan dan kejelasan, juga nampak cuek seolah engak mau tau bagaimana caranya jalan tersebut harus secepatnya ditangani, dan itung-itung ‘Kado Ultah’ bagi masyarakat di Hari Jadi Kota Pangkal Perjuangan ini. Bahkan aksi bukan hanya meminta pernyataan resmi, tapi dituangkan juga dalam lembar berita acara komitmennya dari pihak pemerintah daerah.
Salah seorang koordinator aksi, dalam orasinya memang menuntut pertanggungjawaban dan ketegasan KDM beserta jajaran Pemkab Karawang atas lambatnya penanganan jalur Badami–Loji. Massa menyoroti bahwa kerusakan jalan tersebut sudah sangat meresahkan karena mengancam keselamatan pengguna jalan, menghambat akses pendidikan anak-anak sekolah, serta memperlambat mobilitas ekonomi harian warga setempat. (Redkasi)






