Ciamis, Duta Priangan – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupatem Ciamis melaksanakan kegiatan Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Keja dengan proses pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi para pencari kerja berdasarkan klaster kompetensi.
Seremoni pembukaan pelatihan digelar di Aula Desa Cicapar, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jum’at (16/06/2023). Nampak hadir mengapresiasi Camat Banjarsari, Kapolsek Banjarsari dan Danramil Banjarsari serta kepala Desa Ciulu, dan Desa Cicapar.
Sekretaris Disnaker Kabupaten Ciamis, Enda mengatakan, kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 25 peserta yang berasal dari Desa Ciulu dan Desa Cicapar sesuai dengan jumlah yang di ajukan Pemdes.
“Kegiatan pelatihan tersebut akan di laksanakan selama 10 hari sejak hari ini kedepan.Adapun jenis materi pelatihan kejuruan tata boga tentang tata cara pembuatan roti basah dan kue kering,” ujar Enda.
“Dengan tujuan nantinya para perseta ini bisa mendapatkan ilmu keterampilan baru untuk bisa meningkatakan perekonomian keluarga kedepan” paparnya.
Lanjut Enda, harapan kedepanya buat para peserta minimal bisa membatu meningkatkan perekonomiannya,dengan cara membukan peluang usaha baru di bidang kuliner.
“Dan nanti setelah kegiatan selesai kita juga akan melaksanakan monitouring kepada para peserta tentang tata cara kerja dan usahanya untuk di laporkan ke bapak Bupati, lalu kedepanya kita juga bisa bekerjasama dalam hal pemasaran kalau memang usahanya sudah berjalan.” imbuh Enda.
Sementara itu Camat Banjarsari, Dedi Iwa mengucapkan banyak terimakasih dan mengapresiasi kepada Pemkab Ciamis melalui Disnaker yang telah menunjuk lokus program kegiatan pelatihan dan pendidikan tata boga di Kecamatan Banjarsari.
“Mudah – mudahan dari apa yang dilaksanakan dari pendidikan dan pelatihan ini bisa mendidik para calon tenaga kerja dan bisa mengimplementasikan hasil dari pendidikan ini bisa membuka usaha kuliner sendiri dengan menerapkan kemampuan – kemapuannya yang dimiliki di wilayahnya masing – masing,” katanya.
Lanjutnya, “Karena sekarang ini sedang digalakan peningkatan ekonomi kreatif melalui kegiatan usaha – usaha lain termasuk kuliner. Apalagi sekarang ini kegiatan pendidikan dan pelatihannya untuk menunjang pelaku kuliner dan kuliner itu sebuah usaha yang tidak membosankan, dan konsumennya pun cukup banyak.” pungkasnya. (Revan)







