Tasikmalaya, Duta Priangan – Pengurus Pusat (PP) Jaringan Persatuan Asli Tasik Indonesia (JAPATI) malam ini, Sabtu (23/08/2025) menggelar Santunan dan Tabligh Akbar dalam rangka tasyakur bin ni’mah Milad Japati ke-11 bertemakan ‘Welas Asih Modal Dasar Pengentasan Kemiskinan’. Kegiatan berlangsung khidmat di lapang serba guna yang juga halaman Sekretariat Japati.

Nampak hadir pada kegiatan tersebut, KH. Cecep Bunyamin, S.Pd.I., (Mubaligh), Kiyai Nanang Kurnia (Pimpinan Ponpes Riyadul Mutafakkirin Al-Hikmah), Kiyai Deden Herdiana (Pimpinan Ponpes Al-Muhajirin), Kiyai Junaedin, M.M.Pd., (DMI Jatiwaras), dan Unsur Muspika Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, serta hadirin tamu undangan lainnya.
Ketua Umum Japati, Tsani Hudaya Junen dalam kata sambutanya menyampaikan bahwa, Tabligh Akbar disertai Santuanan ini merupakan rangkaian kegiatan agenda tahunan setiap Hari Lahir (Harlah) Japati.
“Hal ini merupakan bentuk rasa syukur ke hadirat Allah SWT yang mana sampai saat ini masih memberikan kesempatan kepada Japati untuk terus berkiprah bagi kepentingan Masyarakat, semoga Japati istiqomah untuk senantiasa hadir bermanfaat di tengah-tengah masyarakat, ” ujar Junen.
“Dalam usianya ke-11 ini kami merumuskan tema welas asih sebagai modal dasar pengentasan kemiskinan, bagaimana welas asih ini tertanam ditiap individu anggota Japati, sehingga Japati mampu menjadi solusi permasalahan-permasalahan yang ada di tengah masyarakat serta Japati lebih bermanfaat bagi masyarakat,” harap Junen.
Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam optimalisasi pengentasan kemiskinan dan penghapusan miskin ektrem.
“Selaras dengan Intruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, Welas Asih ini menjadi modal dasar pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, kalau kita memiliki karakter welas asih tentunya kita tidak mau melihat tetangga kita susah, tidak ingin orang di sekitar kita miskin, karena kita merasakan apa yang orang lain rasakan, tegas Junen
Pada kesempatan itu, Junen atas nama Japati mengajak masyarakat dalam optimalisasi pengentasan kemiskinan dan penghapusan miskin ekstrem.
“Saya berharap pasca kegiatan ini kita semua memiliki karakter ‘Welas Asih’ dan saya mengajak kepada semua masyarakat untuk bersama-sama terlibat aktif dalam pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.” pungkas Junen. (red*/AA)






