Santo Sambo: Akibat Pembangunan Itu, Saluran Air Adat Warga Turun Temurun Ditutup Tanpa Koordinasi Dengan Warga Sekitar
Tasikmalaya, Duta Priangan – Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, Anang Safaat, S.Sos didampingi Elan Jaelani (Anggota) menerima hangat peserta audiens perwakilan warga dari Kampung Sindangsari, Pamijahan, dan Gunungbatu, terkait protes dugaan hilangnya saluran air adat milik warga turun temurun akibat pembangunan sarana olahraga Padel For You (PFY) di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Tasikmalaya.

Audiensi tersebut digelar di Aula DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (14/10/2026). Warga datang dengan membawa bukti foto lapangan dan peta saluran air yang selama ini menjadi saluran air produktif terutama bagi Warga Gunungbatu Kelurahan Cipedes.
“Kami sangat mengapresiasi Komisi III yang sudah menerima kami dengan baik. Ini bukan soal menolak investasi di Kota Tasikmalaya, tapi soal hak saluran air adat kami yang sudah ada turun temurun sejak kakek nenek kami, tiba-tiba hilang tertutup bangunan,” ujar Santo Sambo di hadapan anggota dewan.
Perwakilan warga lain menjelaskan, saluran air tersebut bukan saluran kecil. Lebarnya sekitar 1 meter dengan panjang puluhan meter yang menghubungkan tiga kampung. Jika ditutup, dikhawatirkan akan menyebabkan banjir dan genangan saat musim hujan tiba.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Anang Safaat, S.Sos menyatakan akan segera menindaklanjuti aduan warga dengan melakukan verifikasi faktual dan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Padel For You di Jl. Juanda, namun dirinya tidak menjanjikan hari ini karena ada agenda lain. Namun warga mendesak pihak DPRD bersama Tim Teknis dari berbagai OPD/Instanis terkasit berangkat setelah audensi usai.
“Kami sudah terima aduannya. Komisi III akan segera turun ke lapangan untuk cek faktual bersama Dinas PUPR, DLH, dan pihak pengembang. Prinsipnya, pembangunan harus tetap taat prosedur dan tidak merugikan hak masyarakat, dan kalau mendesak kita harus meninjau lokasi (Sidak-red), mari kita berangkat bersama,” tegas Anang.
Anang juga meminta pihak manajemen Padel For You untuk membuka kembali dokumen perizinan, termasuk IMB/PBG, hingga SLF dan kajian drainase lingkungan, serta untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menutup total saluran air warga sebelum ada keputusan bersama. Sebelum ini terpenuhi, maka segala kegiatan disana harus diberhentikan sementara.
Warga berharap ada solusi win-win solution, dimana pembangunan tetap berjalan namun dengan tetap mengembalikan fungsi saluran air adat milik warga, baik dengan dibuatkan gorong-gorong (Spoon), drainase baru, maupun dikembalikan seperti semula, atau mungkin ada upaya ruislag ke fasum lain misalnya TPU, Mesjid atau sarana umum lainnya. Hal itu persis diutakan Enjang Firmasnyah pada kesem;atan bicaranya. (AA)






