Pangandaran, Duta Priangan – Seusianya forum tertinggi tingkat Cabang pada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tawang Kota Tasikmalaya mengesahkan dua agenda penting lainnya (Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban, dan Menyusun Rencana Kerja Periode 2025-2030, di Krisna Beach Hotel Pangandaran, Jum’at malam (28/08/2025) pemimpin sidang masa demisioner Wakil Ketua PGRI Kota Tasikmalaya, Mas Pudin Hidayat didampingi Wakil Sekretaris PGRI Kota Tasikmalaya, Abah Tantan mengawal pemilihan Pengurus Cabang PGRI Tawang Kota Tasikmalaya dimana untuk posisi F1 memunculkan 3 (Tiga) nama kandidat yakni; Ruhiyat, S.Pd.,M.Pd., kemudian M. Rizal Hakim, S. Psi.,M.Pd.I dan Iin Indragunawan, S.Pd.,M.Pd. Sedangkan untuk calon posisi F2 tercatat dalam naskah sidang sebanyak 23 nama.

64 Suara dari 17 Ranting PGRI Tawang Kota Tasikmalaya akhirnya secara voting menentukan Ketua Cabang PGRI Tawang Kota Tasikmalaya Periode 2025-2030 dengan hasil 38 suara untuk Iin, Ruhiyat meraih suara 19, dan Rizal mendapat 5 suara.

Sedangkan untuk memilih posisi F2 (Wakil Ketua-red), secara aklamasi forum menetapkan Ruhiyat dan Rizal sebagai Wakil Ketua Cabang PGRI Tawang. Begitu pun halnya Sekertaris Tawang secara aklamasi masih dipercayakan kepada Aris Aryanto, S. Pd. dan formatur juga akhirnya kembali mempercayakan posisi Bendahara kepada Euis Aisah, S.Pd, kemudian Wakil Sekertaris kepada Firman Bahtiar, M.Pd dan Wakil Bendahara dipercayakan kepada Ine Hendayani, S.Pd. Untuk pengisian sekertaris bidang lainnya, pimpinan sidang memberikan waktu 15 hari kepada formatur untuk segera menyusun kelengkapan pengurus yang kemudian sekaligus dilakukannya pengukuhan dan pelantikan oleh Ketua PGRI Kota Tasikmalaya. (AA)








Selamat, semoga barokah!
*TUGAS HARI INI DAN ESOK PGRI*
Bonus Demografi & Peran Strategis PGRI Menuju Indonesia Emas 2045
1. Bonus Demografi = Peluang & Tantangan
Indonesia tengah berada pada masa bonus demografi, di mana penduduk usia produktif lebih besar dibanding non-produktif.
Jika dikelola dengan baik, bonus ini menjadi motor menuju Indonesia Emas 2045; jika tidak, justru menjadi bencana demografi (pengangguran, kesenjangan, krisis sosial).
2. Analisis SWOT
Kekuatan: Guru tersebar luas, PGRI organisasi profesi yang solid, generasi muda melek digital.
Kelemahan: Kesenjangan mutu pendidikan, profesionalisme guru belum merata, literasi rendah.
Peluang: Potensi SDM produktif terbesar di Asia Tenggara, transformasi digital, dukungan pemerintah pada pendidikan.
Ancaman: Revolusi industri 5.0, arus globalisasi, serta risiko bonus demografi gagal.
3. Peran Strategis PGRI Masa Depan
Penggerak Profesionalisme Guru → pelatihan, inovasi, karya ilmiah.
Pusat Advokasi Profesi → perlindungan hukum & kesejahteraan guru.
Agen Transformasi Digital → literasi digital, AI, teknologi pembelajaran.
Penjaga Karakter Bangsa → pendidikan nilai, moderasi beragama, ketahanan budaya.
Mitra Strategis Pemerintah & Masyarakat → kolaborasi demi pendidikan bermutu..
4. Kesimpulan
Kualitas guru = kualitas bangsa.
PGRI harus tampil inovatif, adaptif, sekaligus kokoh menjaga karakter.
Dengan guru profesional, Indonesia akan memetik berkah bonus demografi dan melangkah pasti menuju Indonesia Emas 2045.