Tasikmalaya, Duta Priangan — SD Islam Al Jamal kembali menorehkan langkah penting dalam mencetak generasi Qur’ani melalui kegiatan Munaqosah Hifdzil Qur’an Series I, yang secara khusus diikuti oleh siswa-siswi kelas 6. Kegiatan ini merupakan salah satu syarat kelulusan dari SD Islam Al Jamal, sekaligus menjadi bukti kesungguhan sekolah dalam melahirkan kader penghafal Al-Qur’an sejak dini.

Hari ini, Selasa (27/05/2025) merupakan hari terakhir pelaksanaan munaqosah, yang telah berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat. Kegiatan ini menekankan pada hafalan dua juz, yaitu juz 29 dan 30, sebagai standar pencapaian akhir siswa di jenjang sekolah dasar.
Dalam pelaksanaan munaqosah, para peserta diwajibkan untuk menyetorkan hafalan secara runtut dari ayat pertama hingga ayat terakhir, tidak dengan sistem acak ataupun potongan. Hal ini dilakukan agar setiap peserta menunjukkan konsistensi dan pemahaman menyeluruh atas surat-surat yang dihafalnya. Masing-masing surat yang diuji pun akan mendapatkan penilaian tersendiri dari tim penguji.
Sebanyak 6 orang penguji terlibat dalam kegiatan ini. Proses ujian dilakukan secara personal, di mana setiap peserta dipanggil satu per satu untuk menyetorkan hafalan di hadapan para penguji.
Kepala SD Islam Al Jamal, Uen, A.Ma., S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari kaderisasi emas. “Kami ingin mencetak generasi emas yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam spiritualitas dan berakhlak Qur’ani. Munaqosah ini bukan hanya ujian, tapi tonggak awal perjalanan hidup mereka sebagai penjaga Al-Qur’an,” ujarnya.
Semangat para siswa dalam mengikuti munaqosah menjadi cerminan nyata dari dedikasi mereka, para guru, serta orang tua yang turut berperan aktif dalam mendampingi proses hafalan di rumah.
SD Islam Al Jamal terus berkomitmen menjadikan Al-Qur’an sebagai ruh pendidikan, dengan harapan ke depan lebih banyak generasi yang tumbuh dengan nilai-nilai keislaman yang kokoh sejak usia dini. (AA)








