Ciamis, Duta Priangan – Rumah dengan ukuran lebih kurang 4×6 meter milik Ara Juhara (43) warga RT 026 RW 006 Dusun Angsana, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ini kondisinya tidak layak huni. Rumah yang dihuni 4 jiwa tersebut sudah sejak lama mengharapkan bantuan dari pemerintah, dan menurut kepala keluarga, Ara hingga berita ini dilansir belum pernah tersentuh bantuan pemerintah yang dikenal dengan program Rutilahu (bantuan bagi rumah tidak layak huni-red).
Rumah yang dihuni oleh pasangan suami istri dengan dua orang anak tersebut kondisinya kian memprihatinkan. Bagian atap yang bocor dibeberapa sudut rumah, dengan kayu-kayu yang sudah lapuk dikhawatirkan ambruk ditengah kondisi cuaca ekstrim belakangan hari ini.
Sumiati istri Ara saat ditemui Duta Priangan, Rabu (03/05/2023) mengatakan, Ia dan anggota keluarga memang merasa was – was rumahnya akan ambruk jika terjadi hujan deras disertai angin kencang melanda wilayahnya.
“Dengan kondisi rumah yang kondisinya sudah lapuk ini kami kerap dihantui rasa ketakutan ambruknya rumah kami terlebih bila hujan disertai angin kencang melanda,” jelasnya.
Sumiati mengaku apalah daya, Ia bersama keluarga cuma bisa berdoa, meminta keselamatan agar tidak terjadi hal yang buruk menimpa keluarganya. Dan kepada Duta Priangan Sumiati pun berharap ratapannya didengar oleh para pemangku kebijakan, pasalnya didata sudah, katanya tiap ada kesempatan diajukan, namun bantuan pemerintah yang diharap tak kunjung datang jua.
Lanjut Sumiati, sebernya dirinya bersama suami ingin memperbaiki rumah miliknya. Namun harapan itu terbentur dengan masalah biaya. Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk biaya keseharianpun masih kurang.
“Jangankan untuk perbaiki rumah, untuk memenuhi biaya hidup sehati-hari saja masih jauh dari kata terpenuhi. Maka itulah kami sangat berharap pihak pemerintah melirik kami untuk segera memberikan bantuan program rumah tidak layak huni,” tandas Sumiati.
Sementara itu, Ketua RT 26 Dusun Angsana Desa Neglasari Kecamatan Pamarican Ciamis, Maman membenarkan, bahwa rumah milik keluarga Ara tersebut sudah tidak layak untuk di huni, dikarnakan kondisi bangunan sudah sangat menghawatirkan.
Maman menandaskan keluraga Ara ini merupakan salah satu warganya yang dikatagorikan kurang mampu dan belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah.
Padahal pihaknya sudah mendata dan melaporkan baik itu melalui pemerintahan desa atau dinas sosial tentang kondisi rumah tersebut, namun sampai saat ini belum membuahkan hasil. (Revan)







