Banjar Duta, Priangan– Organisasi Aksi Reformasi Pemuda dan Mahasiswa (AKSIOMA) menggelar audiensi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy pada Rabu (11/3/2026). Pertemuan yang berlangsung di kantor Humas BBWS Citanduy tersebut dipimpin langsung oleh Presiden AKSIOMA, Haji Ahmad Dimyati, bersama sejumlah anggota organisasi.

Dalam forum dialog tersebut, AKSIOMA menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kegiatan operasi dan pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) pada wilayah kerja OP 3 yang berada di bawah tanggung jawab PPK Ijang.
Presiden AKSIOMA, Haji Ahmad Dimyati, menegaskan pentingnya pemerataan kesempatan kerja bagi para pelaksana lokal. Ia menilai, pekerjaan yang dilaksanakan di suatu daerah seharusnya juga dapat melibatkan kontraktor atau pemborong setempat sebagai bentuk pemberdayaan potensi daerah.
Menurutnya, keterlibatan pelaksana lokal tidak hanya mendukung kearifan lokal, tetapi juga dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Selain itu, AKSIOMA juga menyoroti kualitas pekerjaan di lapangan. Dalam audiensi tersebut, salah satu anggota organisasi mempertanyakan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek agar setiap pekerjaan benar-benar dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
Audiensi tersebut diterima oleh pihak Humas BBWS Citanduy bersama perwakilan dari Satker SDA OP 3, Ali Kadafi selaku Pelaksana Teknis (Peltek).
Dalam penjelasannya, Ali Kadafi menyampaikan bahwa kegiatan pada Satker SDA OP 3 lebih difokuskan pada operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi. Kegiatan tersebut meliputi perbaikan saluran, pembersihan jaringan, hingga penanganan kerusakan ringan agar fungsi irigasi tetap berjalan dengan baik.
Ia juga menjelaskan bahwa cakupan wilayah kerja SDA OP 3 meliputi Kota Banjar, Kabupaten Tasikmalaya, serta Kabupaten Kuningan.
Menanggapi aspirasi yang disampaikan AKSIOMA, Kadafi menyatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap masukan dari masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa pelaksana lokal berpeluang terlibat dalam pekerjaan yang ada, selama memiliki kemampuan dan memenuhi standar teknis yang ditetapkan.
“Ke depan kami akan mengedepankan kearifan lokal. Pemborong di Banjar juga cukup banyak, yang penting mereka memiliki kompetensi dan mampu mengerjakan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan transparansi dalam pelaksanaan kegiatan. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pemasangan papan informasi proyek di setiap lokasi pekerjaan.
“Papan informasi akan dipasang di lokasi pekerjaan agar masyarakat mengetahui kegiatan yang sedang berlangsung sebagai bentuk keterbukaan informasi,” jelasnya.
Melalui audiensi tersebut, AKSIOMA berharap adanya perbaikan dalam pemerataan pekerjaan, peningkatan kualitas pelaksanaan proyek, serta transparansi yang lebih baik kepada masyarakat, sehingga program operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi dari BBWS Citanduy dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.(Mumuh)







