• Redaksi Box
  • Tentang Kami
  • Pedoman Jurnalistik
Selasa, September 1, 2026
  • Login
Duta Priangan
Advertisement
  • Home
  • Sosial Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Otonomi Daerah
  • Ragam Berita
No Result
View All Result
Duta Priangan
  • Home
  • Sosial Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Otonomi Daerah
  • Ragam Berita
No Result
View All Result
Penggerak Otonomi Daerah
No Result
View All Result
Home Otorita

Halal Bi Halal Pribumisasi Yang Lahir dari Warga Masyarakat Solo

myadmin by myadmin
28 April 2023
in Otorita
0
Halal Bi Halal Pribumisasi Yang Lahir dari Warga Masyarakat Solo
39
SHARES
75
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Oleh: Jacob Ereste

Kalau pun tak ada acara halal bi halal — mohon maaf dan memberi maaf — makanya jadi perlu ditulis saja biar abdol. Meski sesungguhnya tsk ada yang salah atau tak ada yang perlu dimaafkan.

Versi Majlis Ulama Indonesia (MUI), halal bi halal itu dimaknai sebagai upaya menyambung atau mengeratkan tali silatirrachmi yang mungkin terancam putus. Mala itu, pada jaman Presiden Soekarno, acara resmi halal bi halal — yang sekarang disebut lebih keren dengan istilah open house — dimanfaatkan oleh pemerintah Presiden Soekarno pada tahun 1948 untuk mengundang senua tokoh politik guna membicarakan berbagai kekusutan politik, termasuk ketegangan antara tokoh yang satu dengan tokoh yang lain. Konon cerita, ide Bung Karno melakukan acara halal bi halal itu berasal dari KH. Abdul Wahab Hasbulah, tokoh pendiri Nahdatul Ulama (NU). Maka acara halal bi halal itu — yang berasal dari halal al habi (mengurai kembali benang kusut), halla al maa (mengendapkan air keruh) dan halla as syai (halal sesuatu) dilakukan seusai Puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Pokoknya, semua yang tegang patut dan pantas dikendorkan, jika pun tidak bisa dihilangkan sama sekali. Pendek kata, semua perselusihan bisa dianggap selesai dan memulai lembaran baru.

Begitulah acara memaknai kesucian seusai puasa dan merayakan lebaran Idul Fitri di Indonesia. Konon cerita, tradisi atau budaya halal bi halal memang hanya ada di Indonesia. Dalam historikalnya, kata Prof. Dr. Quraish Shihab acara halal bi halal ini merupakan tradisi pribumisasi asli sevagai upaya pengembangan budaya Islam di dalam masyarakat Asia Tenggara yang dirintis oleh Mangkungoro 1 yang lahir pada 8 April 1725 yang dikenal dengan gelar Pengeran Sambernyawa.

Kata halsl bi halal sendiri tercatat dalam Kamus Jawa – Belanda, karya Dr. Th. Pigeaud tahun 1938. Dalam versi yang lain, asal usul hal bi halal berasal dari pedagang martabak dari India di Taman Sriwedari, Solo antara tahun 1935-1936 yang memperkenalkan jenis panganan baru itu yang disebut martabak. Lalu dipromosikan martabak Malabar yang halal bi halal itu. Alkisah, saat itu istilah hal bi halal sudah populer saat itu di bumi Surakarta. Karena itu pula, acara halal bi halal mulai sering dilakukan di Taman Sriwedari, Solo.

Begitulah tradisi yang kemudian berlanjut sampai sekarang, seusai puasa dan untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri — biar abdol — maka dibuat acara halal bi halal sampai sekarang. Cuma masalahnya, kok orang Solo sendiri terkesan kurang bergairah meneruskan tradisi yang konon sudah dimulai sejak jaman Pangeran Sambernyawa itu dahulu. (red*/JS/JE)

Tags: Halal Bi HalalIdul Fitri 14444 HJacob EresteMaaf Memafaapkan
Previous Post

PDIP Karawang Mulai Atur Strategi Pemenangan Ganjar Pranowo

Next Post

Polsek Tirtajaya & Koramil Batujaya Karawang Bangun Sinergitas Wujudkan Kamtibmas

Next Post
Polsek Tirtajaya & Koramil Batujaya Karawang Bangun Sinergitas Wujudkan Kamtibmas

Polsek Tirtajaya & Koramil Batujaya Karawang Bangun Sinergitas Wujudkan Kamtibmas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

PDAM Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya Harus Menjadi Spirit Berdirinya PDAM Kota Tasikmalaya
Ragam Berita

PDAM Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya Harus Menjadi Spirit Berdirinya PDAM Kota Tasikmalaya

by Admin1
28 Agustus 2026
0

Suasana Diskusi Tim Pendorong Pendirian PDAM Kota Tasikmalaya

Read more
Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-76 Tingkat Kecamatan Cineam Tasikmalaya Berjalan Khidmat

Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-76 Tingkat Kecamatan Cineam Tasikmalaya Berjalan Khidmat

17 Agustus 2021
Heboh ‘Harim Laut’ di Bibir Pantai Madasari Diduga Kuat Dijual Belikan Oknum Aparat Setempat

Heboh ‘Harim Laut’ di Bibir Pantai Madasari Diduga Kuat Dijual Belikan Oknum Aparat Setempat

4 Agustus 2026
Semarak Peringatan Milad SMPN 17 Kota Tasikmalaya

Semarak Peringatan Milad SMPN 17 Kota Tasikmalaya

27 Agustus 2026
Pengurus Ranting PGRI Se-Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya Resmi Dilantik‎

Pengurus Ranting PGRI Se-Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya Resmi Dilantik‎

26 Agustus 2026

Like Us on Facebook

  • Redaksi Box
  • Tentang Kami
  • Pedoman Jurnalistik
Hotline: 0853-2330-0808 (PIMUM)

© 2019 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegthem by YMProject.

No Result
View All Result
  • Home
  • Sosial Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Otonomi Daerah
  • Ragam Berita

© 2019 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegthem by YMProject.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In