“Gelar Karya P5 Bertema ‘Bangunlah Jiwa dan Raganya, Mengutamakan Persamaan Hargai Perbedaan”

Tasikmalaya, Duta Priangan – Bullying, terutama di lingkungan sekolah di Indonesia seakan tidak ada habisnya. Pelakunya mayoritas adalah teman sekolah. Sayangnya, masyarakat cenderung mendiamkan ketika terjadi bullying. Padahal peran teman sebaya sangat penting untuk mencegah bullying terjadi di sekolah. Dan itulah yang menjadi motivasi civitas akademika dengan orang tua siswa SDN Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jum’at-Sabtu (15-16/12/2023) menggelar karya siswa dan parade yang mengkampanyeukan ‘Stop Bullying/Perundungan’.

“Selain itu,” ujar Kepala SDN Panglayungan, Hj. Ely Nurtini,.S.Pd., M.Si saat ditemui Duta Priangan disela kegiatan berlangsung, “Kegiatan Gelar Karya ini untuk mendorong masyarakat dalam hal ini orang tua siswa agar mau berperan aktif dalam mencegah bullying, dan hal itu perlu ada kampanye sosial yang dirancang menggunakan konsep yang jelas dengan pendekatan yang sesuai dengan target yang dituju (peserta didik),” paparnya sesusai membuka resmi rangkaian kegiatan, Jum’at pagi (15/12/2023).

Ely juga mengatakan, “Hari ini kita gelar karya anak dan bazar, besok (Sabtu-red) kita akan melakukan semacam parade baik para pendidik, peserta didik dan para orang tua siswa terlibat didalamnya dengan membawa tulisan dan yeal yeal ‘Stop Bullying’, dengan harapan momen itu akan tertanam dalam memory anak sehingga insya Alloh sepanjang hidup anak akan selalu teringat bahwa bentuk bullying atau perundungan itu tidak baik,” imbuhnya.
Baca Juga: Sekolah Penggerak SDN 1 Cibunigeulis Bungursari Gelar Karya P5 Bertema Kearifan Lokal
Diakhir perbincangan Hj. Ely menegaskan, “Bullying sangat merugikan bagi psikologis anak yang kena sasaran perundungan, begitu juga bagi pembuly itu sendiri. Ibara pepatah, Kalah jadi abu, menang jadi arang.” pungkasnya. (AA)







Comments 1